Monday, 10 February 2014

Pulang Kampung

Semakin tinggi semester, semakin kerasa biasa aja pulang kampung. Kadang ngerasa kok kayak betahan di Jogja. Disini kayak ngerasa asing aja. Homesick juga udah ngga kayak dulu, malah aku ngga ada ngerasa homesick semester kemarin. Iya, jadi sekarang lagi di rumah. Mau jalan bingung kemana, ngga paham apa aja tempat nongkrong baru. Mau nongkrong juga paling kan bisanya malem, kalo pagi-sore temen-temen pada kerja. Kalo di rumah, juga sendirian pagi-sore. Mama sih ngga kerja, tapi punya kesibukan sendiri. Berasa asing. Apa ya bedanya sama di Jogja, hmm paling apa ya disini ada tv, di Jogja ngga ada. Tapi biar ada tv aku juga ngga nonton. Kayak ngga asik aja acara tv, lebih memilih nonton film di laptop. Lah di Jogja gitu juga padahal. Kalo ngga ada Glee atau Asia's Next Top Model yang diulang mulu itu, males dah nonton tv. Kalo ada Indonesian Idol masih mau ding. Terus disini gerah banget perasaan, sering mati lampu pula. Dan hp tiba-tiba susah sinyal. Dulu perasaan bisa aja online di kamar. Sekarang ngga fungsi coba. Bbm aja pendingnya mintak ampun. Sos mulu. Ngga asik ah. Asing. Kebiasaan di kost. Biarpun ngga ada apa-apa dan sendirian, lebih nyaman aja. Asli bambung banget. Ngga ada kerjaan. Sendiriannya sih ngga masalah, cuma apa ya kayak ngga tau gitu mau ngerjain apa. Mau liburan juga ngga ada duitnya.

Intinya apa dah nih? Ngeluh ya? Hehe. Malesin sih ah. Pengen main-main disini juga orang-orang punya kesibukan sendiri wong sehari-harinya kegiatannya di kota sini. Yang lagi cuma liburan disini ini yang bambung jadinya. Sedih ah. Mungutin sampah aja apa di sekitaran lapangan merdeka biar ada kerjaan? Atau anu, nyikatin kolam air mancurnya bekapai. Atau ngga jualan di belauran aja kali ya. Atau... bantuin mamang-mamang angkatin batu bikin bandara di Sepinggan. Asing amat di kota sendiri :'(

Thursday, 30 January 2014

Review Film Frozen

 

So, udah lama ngga pernah ngomongin film. Sekarang mau ngomongin film Frozen, film animasi terbaru dari Disney. Katanya sih, film ini karya terbaik Disney. Aku sih nontonnya telat. Jadi udah denger dari temen-temen yang bilang filmnya bagus banget. Pas aku yang nonton, akunya biasa aja sih. But overall, ya bagus. Aku sukanya Mulan sama Rapunzel sih hehe. Tapi disini aku suka banget sama kecilnya Anna apalagi yang dia bangunin Elsa, kakaknya. Terus yang dia nyanyi "do you want to build a snowman?" di depan pintu kamar Elsa. Hahahaha. Aku juga suka bagian saat Elsa nyanyi "let it go". Saat dia ngelepas rambutnya dan ganti baju itu dewa keren abis kayak manusia beneran. Biarpun animasi, body language-nya Elsa itu bagus bangeeeeet bikin iri. Suara penyanyinya juga bagus bingit. Intonasi dan pitch controlnya kasih standing applause *kayak tau aja, Sa, tentang nyanyi*. Anyway, Idina Menzel dan Kristen Bell bagus banget dubbing-in film ini.

Jadi, ceritanya tentang adik-kakak di sebuah istana Kerajaan Arandelle. Dua-duanya cewek. Si kakak yang namanya Elsa, punya kelebihan yaitu bisa membekukan sesuatu, buat salju, pokoknya yang dingin-dingin deh. Ini kekuatan dari lahir ya, bukan karena kutukan. Terus, adiknya bernama Anna lebih aktif dan suka lihat Kakaknya ngeluarin kekuatan itu. Kemudian, pada suatu malam, Elsa ngga sengaja ngeluarin kekuatanya hingga membuat kepala Anna membeku. Rambut Anna memutih sedikit. Anna pun dibawa Sang Raja yang tak lain dan tak bukan adalah Papanya sendiri ke suatu tempat di hutan. Disitu tempat para trolls tinggal. Trolls bisa bantuin ngilangin kepala Anna yang membeku. Tapi, trolls bakal ngilangin ingatan Anna kalo Elsa punya kekuatan itu untuk kebaikan. Trolls juga bilang kalo kekuatan Elsa bakal terus semakin kuat. "There is beauty in it, but also great danger. You must learn to control it. Fear will be your enemy." gitu kata Trolls. Mendengar itu, Papanya memutuskan untuk menutup istana, membuat kamar sendiri untuk Elsa (tadinya bareng sama Anna), supaya ngga berinteraksi dengan siapapun. Sampe gede Elsa di kamar mulu. Kamarnya udah membeku. Anna bingung kenapa Elsa ngga pernah keluar kamar. Sampai pada akhirnya Raja dan Ratu meninggal akibat badai di laut saat perjalanan entah kemana. Anna-nya sedih sendirian, Elsanya tetap ngga keluar kamar.


Tiga tahun setelah orang tuanya meninggal, Elsa dinobatkan menjadi Ratu Arandelle. Anna seneng banget karena saat coronation day istana dibuka. Setelah bertahun-tahun akhirnya gerbang istana dibuka. Elsa yang galau. Dia musti megang tongkat Ratu pas dinobatkan, dia takut membekukan tongkatnya. Kan dia nutupin kekuatannya bertahun-tahun. Tapi akhirnya dia bisa lewatin itu. Saat di pesta, Elsa bertemu Anna. Awkward banget. Ya namanya juga lama ngga ketemu. Si Anna juga ketemu Hans, pangeran Southern Isles. Karena polos, Anna ngerasa kalo Hans itu true love-nya. Dia minta restu ke Elsa untuk menikah. Tentu saja Elsa ngga mengizinkan. Baru ketemu sehari, udah mau nikah aja. Akhirya mereka debat. Secara ngga sengaja, Elsa ngeluarin kekuatannya. Semua orang kaget bahkan seorang dari Weselton mengatakan bahwa Elsa itu monster. Elsanya lari ke hutan. Anna mencoba mengejar kakaknya. Sepanjang Elsa berlari, bukan cuma jalanan yang dilangkahinya doang yang membeku, tapi seluruh Arandelle. Arandelle yang lagi summer berubah jadi winter. Forever winter. Anna mencari Elsa sendirian. Dia memutuskan agar Hans yang memimpin Arandelle sementara. Sejak dapat perintah itu, Hans berubah jadi picik diam-diam.

Sepanjang Anna mencari Elsa, ia bertemu Kristoff, laki-laki tukang jual bongkahan es yang cuma berteman dengan rusanya yang diberi nama Sven. Anna minta tolong Kristoff untuk mengantarnya karena kudanya lari. Anna juga bertemu Olaf, boneka salju yang dulu pernah dibuatkan kakaknya. Sekarang boneka saljunya hidup. Singkat cerita, Anna sampai di sebuah istana yang terbuat dari es. Tentu saja yang buat Elsa sendiri dengan kekuatannya. Tapi Elsa ngga mau kembali ke istana Arandelle. Dia mau disini sendiri, biar dia bebas ngga membahayakan siapapun. Anna bilang, Arandelle jadi membeku gara-gara Elsa. Elsa langsung kayak bingung dan takut sampai-sampai kekuatannya mengenai Anna. Tepat di dada Anna. Annanya terduduk, dibantu Kristoff dia berdiri. Namun, Elsa tetap mengusirnya.

Kemudian, Kristoff membawa Anna ke trolls lagi. Jadi dulu, waktu Anna kena dikepala itu, Kristoff liat, dan dia malah diasuh sama trolls disitu. Tapi sayang, trolls ngga bisa bantu kali ini. Soalnya kenanya di hati Anna. Itu sulit. Dan jika tidak dihilangkan, hal itu akan menyebabkan Anna membeku selamanya. Tapi trolls bilang, "only an act of true love can thaw a frozen heart." Akhirnya, Kristoff membawa Anna ke Hans. Mungkin true love kiss bisa menghilangkan es itu dari hati Anna. Soalnya Anna bilang ke Kristoff, kalo Hans itu true love-nya. Ya meskipun Kristoff ngga percaya soalnya baru ketemu sehari. Tapi disaat bersamaan, Hans malah mencari Anna ke istana Elsa. Disitu, Elsa diserang sama prajuritnya Weselton. Padahal Hans udah bilang jangan menyakiti Queen Elsa. Elsa pun dibawa Hans ke Arandelle.

Di Arandelle, Anna mulai melemah. Rambutnya mulai memutih semua. Disitu dia dikurung Hans. Ya supaya mati gitu. Soalnya Hans mau ngambil Arandelle kelihatannya. Pas dikurung, Olaf datangin Anna. Dia bilang, true love kamu mungkin Kristoff bukan Hans. Mereka pun berusaha keluar untuk ketemu Kristoff.

Singkat cerita, Hans mau membunuh Elsa dengan pedang tapi dicegah oleh Anna tepat saat Anna membeku. Elsa nangis. Kristoff, Sven, dan Olaf sedih liat Anna membeku. Saat Elsa menangisi adiknya, es-nya malah mencair. Anna bilang sayang Elsa makanya mau mengorbankan dirinya di depan pedangnya Hans. Terus Olaf bilang, "An act of true can thaw a frozen heart!" dengan nada terkejut tapi senang.

Akhir cerita, Elsa sudah mampu mengontrol kekuatannya. Arandelle ngga membeku lagi. Gimana cara mengontrolnya, jawabannya cuma satu kata yaitu love. Hans ditinju Anna gara-gara udah jahat. Kristoff dibeliin kereta seluncur baru sama Anna, katanya sih dari Arandelle. Mereka ciuman deh. Terus, Olaf dikasih awan salju pribadi supaya ngga meleleh oleh Elsa soalnya kan kalo musim panas dia jadi meleleh. Elsa sudah ngga malu nunjukkin kekuatannya ke depan masyarakat Arandelle, bahkan masyarakatnya suka banget. Oh ya, Arandelle memutuskan hubungan bisnis dengan Weselton. Hans juga ngga boleh dateng lagi. Arandelle pun ngga pernah ditutup lagi gerbangnya :D

Ceritanya bagus. Untuk anak-anak bagus banget. Biar anak-anak tau kalo true love itu ya dari keluarga sendiri. Selama ini cerita gini kan yang bisa menghilangkan suatu kutukan cuma pangeran. Sekarang, kakak sendiri. Dan memang itu yang namanya true love. Tapi aku mau nyampein kelemahan dari film ini. Kok ceritanya kayak perpaduan Brave dan Rapunzel ya? Anna ngga pernah keluar bertahun-tahun itu sama kayak Rapunzel yang ngga pernah keluar bertahun-tahun, sehingga jadi cewek polos. Mana wajah Anna sama kayak Rapunzel. Beda rambut doang. Terus hilangnya kutukan gara-gara keluarga itu juga sama kayak cerita Brave dan mamanya. Terlepas dari itu semua, film ini bagus banget buat di tonton :)






Saturday, 25 January 2014

Jilbab

Sekarang mau cerita tentang jilbab. Alhamdulillah udah setahunan pake jilbab. Dulu sempat galau mau pake jilbabnya kapan. Waktu jaman sekolah belum kepikiran. Ya ada sih mikir gitu tapi belum mau bergerak untuk melakukannya. Pas udah kuliah, temen-temen deket pada pake jilbab. Kalo ke kampus kan pasti pake jilbab tuh, soalnya kan universitasnya Islam. Terus kalo jalan bareng temen-temen kampus, pada pake jilbab. Seketika kayak fans MU ditengah-tengah fans Liverpool.

Mulai deh kepikiran buat jilbaban. Setiap pulang ke Balikpapan, ada aja yang ngingetin buat pake jilbab. Jadi waktu itu Papa cerita tentang perempuan yang suka dugem segala macem, minum alkohol, berpakaian seksi, dan melakukan segala dosa. Perempuan itu pramugari di pesawat yang mengantarkan orang-orang untuk ibadah haji. Suatu ketika dia mengantarkan peserta haji, dia belum sempat nyentuh tanah di Mekkah sana saat turun pesawat, dia pingsan. Koma beberapa hari. Ternyata dia mati suri. Terus saat mati suri dia dikasih liat apa aja yang bakal didapat di neraka. Salah satunya ya dosa kalo ngga pake jilbab itu diapain di neraka. Ih ngerilah. Aku denger Papa cerita aja langsung speechless. Astaghfirullohaladzim. Naudzubillah. Dulu juga Zulfa pernah bilang, ngga ada alasan untuk ngga berjilbab, ngga siap bukan alasan karena itu wajib. Pokoknya banyak hal yang membuat aku semakin kuat untuk berjilbab. Aku juga sempet tanya ke temen, dia bilang, pake aja. Nanti kalo ngga betah kan tinggal lepas. Dicoba aja dulu sesekali kalo jalan. Tapi belom juga aku pake. Satu hal yang menggangu adalah aku ngga pengen main basket pake jilbab. Aku ngga pede. Puncaknya, aku chatting secara ngga sengaja sama Kak Qory. Aku diceramahin. Aku dikasih tau ceritanya dia. Walaupun dia sedikit memaksa hahahaha tapi aku tau dia bener. Malam itu aku bicara sama Kak Qory, besoknya aku langsung pake jilbab keluar yang ngga cuman pas ke kampus doang. Saat itu aku juga udah janji sama diriku sendiri, setelah pertandingan basket yang itu entah aku lupa apa ya GRADASI kalo ngga salah, aku bakal jilbaban dan vakum basket sementara karena aku emang ngga siap buat basket pake jilbab. Malam aku kelar tanding itu sama dengan malam aku bicara sama Kak Qory.

Besoknya, bismillah. Lama-kelamaan biasa aja. Sudah terbiasa. Alhamdulillah. Pas pulang ke Balikpapan agak awkward juga sih. Tapi Mama Papa seneng ngeliatnya. Tapi aku berjilbab bukan karena paksaan secara ngga langsung mereka ya, tapi emang karena aku udah mau. Kalo ditanya kesiapan, sebetulnya belum siap, tapi kalo ngga dicoba ya kan ngga tau. Aku sih orangnya ngga religius. Tapi punya agama. Aku seneng aja denger temen aku ngomong tentang hadist atau arti ayat yang mereka tau. Aku seneng aja punya temen yang sekarang kebanyakan berjilbab. Aku seneng aku tau ilmu untuk dunia dan ilmu untuk di akhirat walaupun belum banyak. Dan bahkan sekarang aku main basket pake jilbab setelah vakum sekitar 7 bulanan. Hal itu membuatku kayak orang ngga bisa main basket. Nge-shoot ngga masuk, lari ngga kuat napas, hahaha geli sendiri. Tapi ada hikmahnya kok semuanya.

Sampe sekarang, kalo pake jilbab masih belum bisa rapi banget kayak orang-orang. Masih miring gitu kadang apalagi kalo udah kuliah sampe sore, jilbab pagi sama siang udah beda rapinya. Terus kadang kalo jilbab diapain gitu, kadang lupa, kemarin aku apain sih kok modelnya bisa begitu. Haha maklumin yaaa :p